Krisna Wijaya Korban Pecahnya Koalisi

Gagal Jadi Deputi Gubernur BI

Krisna Wijaya Korban Pecahnya Koalisi

- detikFinance
Rabu, 12 Mei 2010 08:32 WIB
Jakarta - Pecahnya koalisi telah menjadi penyebab gagalnya Krisna Wijaya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Membelotnya anggota Partai Koalisi membuat Krisna Wijaya kalah tipis dari Halim Alamsyah dalam proses seleksi di Komisi XI DPR RI itu.

Krisna yang didukung penuh oleh Fraksi Demokrat beserta koalisinya gagal mendapatkan dukungan suara dikarenakan membelotnya Fraksi Golkar dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memberikan suaranya kepada Halim Alamsyah.

"Beliau (Halim Alamsyah) menang dikarenakan koalisi yang tidak solid dimana Golkar ke Halim Alamsyah," ujar Krisna kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (12/05/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pembicaraan dan kesepakatan di tingkat fraksi partai koalisi, ada komitmen untuk memuluskan Krisna Wijaya. Namun, dalam voting, Krisna Wijaya kalah 5 suara dibandingkan Halim Alamsyah.

Halim yang kini merupakan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia itu berhasil meraih 29 suara. Sedangkan Krisna yang kini menjabat sebagai komisaris Bank Danamon ini harus puas meraih 24 suara dalam pemilihan. Dalam pemilihan Deputi Gubernur BI yang digelar secara tertutup oleh Komisi XI pekan lalu itu dihadiri oleh 53 anggota.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi Demokrat Achsanul Qasasi yang mengakui kekalahan Krisna Wijaya dikarenakan Golkar dan satu partai koalisi lain yakni PKS memberikan suaranya ke Halim Alamsyah.

"Ya betul, Golkar dan PKS memang memilih Halim," singkat Achsanul.

Padahal, jika memang Fraksi Demokrat dan partai koalisinya memilih satu suara bulat maka 80% Komisi XI sudah dikuasai dimana suaranya akan diberikan kepada Krisna Wijaya. Karena menurut Achsanul Fraksi Demokrat mendukung penuh Krisna Wijaya.

Sementara itu, Ketua Komisi XI Emir Moeis meminta semua pihak berpikir positif menyikapi kemenangan Halim tersebut.Β 

"Mau tidak mau kita harus menerima kan? Saya yakin kok ketiganya mampu menjalankan kinerja dengan baik," jelas politisi PDIP ini.

Krisna juga menegaskan dirinya sama sekali tidak melakukan politik uang (money politics) untuk meraih simpati pendukungnya.

"Kalau money politics hanya bisa saya katakan bahwa saya tidak melakukannya. Tetapi saya tidak tahu kalau calon lainnya," jelas Krisna.

Ia hanya berharap agar calon lain memang tidak melakukan hal tersebut untuk meraih dukungan suara dalam pemilihan yang digelar secara tertutup tersebut.

"Mudah-mudahan tidak, saya rasa sangat bagus dan indah jika pemilihan Deputi Gubernur kali ini tanpa adanya money politics," tegasnya.

Karena lanjut Krisna, akan memperbaiki citra DPR dan BI sebagai kedua lembaga yang layak dipercaya dan terpercaya.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads