Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/05/2010).
"Capital inflow sudah berkurang. Kalau dari SBI (Sertifikatr Bank Indonesia) misalnya, karena paling likuid dan gampang dijual waktu terjadi pelemahan rupiah pada tanggal 6-7 Mei kemarin memang keluar dari sana. Kira-kiraΒ Rp 10 triliun sebenarnya bukan keluar, tapi dicairkan," ujar Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hartadi juga melihat dana-dana yang sudah keluar tersebut hingga pertengahan pekan ini belum kembali ke Indonesia.
"Saya belum liat sampai kemarin belum ada yang masuk lagi, masih ada keragu-raguan di investor, belum masuk seperti yg biasanya. Tapi patut dibaca, keluarnya pun Rp 10 triliun itu masih teratur dan still in order," jelasnya.
Seperti diketahui, pasar finansial global pekan lalu diguncang oleh sentimen negatif krisis finansial yang menerpa Yunani. Investor khawatir krisis di Yunani itu akan menyebar ke negara-negara Uni Eropa lainnya. Namun pada awal pekan ini, Uni Eropa telah menyepakati dana penyelamatan hingga 750 miliar euro, dimana 250 miliar euro diantaranya disumbang oleh IMF.
(qom/qom)











































