Beban Moneter Naik, BI Defisit Rp 1 Triliun di 2009

Beban Moneter Naik, BI Defisit Rp 1 Triliun di 2009

- detikFinance
Jumat, 14 Mei 2010 10:52 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengalami defisit sebesar Rp 1,009 triliun di tahun 2009 akibat menurunnya penerimaan dan meningkatnya beban pengendalian moneter dan sistem pembayaran sepanjang tahun 2009. Padahal di tahun 2008, BI mengalami surplus Rp 17,24 triliun.

Demikian hasil laporan keuangan Bank Indonesia tahun 2009 yang diterbitkan, Jumat (14/5/2010).

Dari laporan keuangan tersebut penerimaan BI di sektor pengelolaan moneter pada tahun 2009 menurun menjadi Rp 29,65 triliun dari Rp 45,331 triliun di 2008. Meskipun beberapa item penerimaan yaitu dari pengelolaan sistem pembayaran, pengawasan perbankan, dan penerimaan lainnya naik, namun total penerimaan BI di 2009 tetap menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, beban BI sepanjang tahun 2009 juga tercatat naik menjadi Rp 30,79 triliun, dari Rp 28,08 triliun pada tahun 2008, Tercatat, beban pengendalian moneter BI naik menjadi Rp 22,46 triliun dari Rp 21,27 triliun di 2008.

Demikian juga beban penyelenggaraan sistem pembayaran yang naik Rp 4,02 triliun, dari Rp 1,65 triliun beban penyelenggaraan sistem pembayaran pada tahun 2008. Sementara beban pengaturan dan pengawasan perbankan, serta beban umum lainnya terlihat mengalami penurunan tipis.

Sepanjang tahun 2009, jumlah aset BI mengalami kenaikan menjadi Rp 915,87 triliun, dari tahun sebelumnya yang berjumlah 864,19 triliun. Kenaikan aset ini terbesar terjadi pada aset berupa emas yang nilainya mencapai Rp 24,35 trilun, dan aset berupa Surat Utang Negara (SUN) yang nilainya mencapai Rp 538,37 triliun.

Menurut Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, laporan keuangan ini telah diaudit oleh Badan Pemeriksa keuangan (BPK) dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads