"Cadangan devisa RI menurun karena digunakan untuk menstabilkan pasar akibat outflow, khususnya SBI asing yang keluar sekitar Rp 20 trilun," ujar sumber detikFinance di Bank Indonesia, Selasa (17/05/2010).
Ia juga mengatakan, terjadinya capital outflow hingga Rp 20 triliun tersebut akhirnya membuat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Namun karena keluarnya dana itu secara bertahan, hal itu membuat nilai tukar rupiah tidak turun dengan tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, cadangan devisa juga turun karena adanya pembayaran utang luar negeri. Berdasarkan data BI, cadangan devisa Indonesia per akhir April mencapai US$ 78,583 miliar.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono mengatakan analisa dari menurunnya cadangan devisa baru akan dibahas setelah Rapat Dewan Gubernur mingguan.
"Analisa dan datanya baru akan dilaporkan pada Rapat Dewan Gubernur mingguan hari ini (17/05/2010)," ungkapnya.
Hartadi tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai posisi terakhir cadangan devisa RI.
"Nanti saja akan diinformasikan setelah RDG," tukasnya.
(dru/qom)











































