"Pendapatan negara kita asumsikan akan meningkat 15%, jadi kalau pendapatan negara lebih baik kita tidak perlu menerbitkan SUN baru," ujarnya usai rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/05/2010).
Ia mengatakan, tahun 2011 pemerintah menekan pinjaman sehingga utang tidak akan terlalu tinggi. "Itu akan menjadi perhatian kami untuk melakukan optimalisasi (utang)," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi kita sekarang sedang baik, kalau untuk pertumbuhan ekonomi 2010 itu 50% dari total biaya pendanaan sudah diperoleh dan kita masih punya cadangan dalam bentuk standby loan. Kemudian ada multilateral agency, jadi saya optimis dengan postur APBN kita di 2010 ini," paparnya.
Sebelumnya, mayoritas fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan keberatannya terkait defisit APBN 2011 yang diprediksikan mencapai 1,7% dari PDB atau sekitar Rp 118,3 triliun.
Mayoritas fraksi tidak ingin pemerintah menutup defisit tersebut dengan menambah utang luar negeri. Untuk itu hendaknya APBN diharapkan tidak terjadi defisit yang berlebihan di 2011.
(dru/dnl)










































