Untuk tahun 2009, Bank Mutiara mencetak laba sebesar Rp 265 miliar atau meningkat signifikan jika dibandingkan dengan akhir tahun 2008 yang rugi hingga Rp 7,28 triliun. Bank Mutiara menargetkan laba bersih tahun 2010 bisa meningkat menjadi Rp 341 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono ketika ditemui di Kantor Pusat Bank Mutiara, Senayan, Jakarta, Rabu (26/05/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingkat laba ini diperkirakan akan melonjak pada Juni 2010 karena bank semakin aktif melakukan restrukturisasi kredit dan L/C," katanya. Hingga Maret 2010, kredit macet bank Mutiara tercatat sekitar Rp 4 triliun.
Maryono mengatakan, laba tersebut ditopang 85%-nya dari pendapatan. Pendapatan pada triwulan I-2010 tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 32,3 miliar dan fee based income yang mencapai Rp 12,4 miliar.
Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga triwulan I-2010 tercatat sebesar Rp 6,43 triliun. Angka itu meningkat tipis 8,20% jika dibandingkan dengan akhir 2009 yang sebesar Rp 5,95 triliun.
Dari sisi kredit, Maryono memaparkan pada triwulan I-2010 kredit yang dibukukan Bank Mutiara mencapai Rp 5,262 triliun atau meningkat 8,17% dibandingkan dengan akhir 2009 yang sebesar Rp 4,86 triliun.
"Bank Mutiara meningkatkan kredit dengan menjalin kerjasama strategis di bidang channeling untuk kredit properti dan UMKM. Total debiturnya meningkat 34% dari 23.976 debitur menjadi 31.960 debitur pada bulan Maret 2010," paparnya.
Maryono mengungkapkan, untuk rasio kecukupan modal (CAR) bank Mutiara meningkat pada akhir Maret 2010 di posisi 13,84 %. Posisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan akhir 2009 yang mencapai 10,02%.
(dru/qom)











































