"Kredit bermasalah terus menunjukkan perbaikan melalui proses restrukturisasi. Saat ini kredit bermasalah kita hampir mencapai sekitar Rp 4 triliun, itu semua dari kredit yang disalurkan oleh manajemen lama," ungkap Maryono.
Dari proses restrukturisasi kredit bermasalah (non L/C) yang dapat diselesaikan tahun 2010 ini terdiri dari 60 debitur. "Nilainya mencapai Rp 168 miliar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kredit L/C, Maryono menambahkan dari 10 debitur totalnya mencapai Rp 1,6 triliun semua sudah direstrukturisasi. "Sudah direstrukturisasi semua sebesar Rp 590 miliar. Tahun ini bisa menambah lagi hingga Rp 40 miliar," jelasnya.
Dari upaya-upaya manajemen tersebut, Maryono mengatakan rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Mutiara secara signifikan turun dari 9,55% di akhir 2009 menjadi 5,62% sampai triwulan I-2010.
Lebih lanjut Maryono menargetkan NPL sampai dengan akhir tahun bisa terus ditekan di bawah 5%.
(dru/dnl)











































