"Hal ini dilakukan untuk mendukung program revitalisasi pabrik pupuk nasional yang digulirkan pemerintah serta pengembangan industri pupuk di Indonesia," ujar Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI, Asmawi Syam dalam penandatanganan perjanjian kredit di Kantor Pusat BRI, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (27/05/2010).
Dukungan pembiayaan tersebut, lanjut Asmawi, secara khusus dilakukan karena PKT merupakan produsen urea dan amoniak terbesar di Indonesia dan pemain utama bisnis pupuk di Asia Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Asmawi menuturkan BRI juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas cash loan sebesar Rp 300 miliar dan non cash loan sebesar Rp 200 miliar untuk operasional perusahaan serta fasilitas kredit investasi untuk pembangunan pabrik PKT-5 sebesar maksimal Rp 1,5 triliun.
Selama ini, BRI telah memberikan pembiayaan serta layanan perbankan kepada perusahaan BUMN dan anak usaha yang terkait dengan industri pupuk antara lain PT Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PTPN 2, PTPN 6, PTPN 7, PTPN 9, PTPN 10, PTPN 11, PTPN 12, RNI Group, PT Pertani, dan Inhutani.
(dru/dnl)











































