Menurut Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Eko Budiwiyono, jika pemerintah bisa menjalankan usulan itu maka bisa menjadi kesempatan bagi asuransi BUMN untuk bersaing dengan asuransi swasta.
"Kalau gedung-gedung pemerintah bisa diasuransikan ke asuransi BUMN, ini menjadi market yang sangat besar," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita tidak bisa masuk karena mereka pakai asuransi yang satu grup. Makanya kita harapkan pemerintah bisa mengasuransikan gedung-gedungnya," imbuhnya.
Ia bersyukur, saat ini sudah banyak BUMN yang memakai jasa asuransi dari asuransi BUMN. Karena sudah sepantasnya sesama saudara saling bersinergi.
"Dari total BUMN 141 perusahaan, 90 sudah masuk Jasindo," jelasnya.
Menurutnya, selama ini perusahaan milik negara banyak memakai produk asuransi milik BUMN asuransi seperti asuransi kebakaran, penerbangan, minyak dan gas, kendaraan, keuangan dan lain-lain.
(ang/qom)











































