Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhisadewa mengatakan selama menjabat sebagai Pjs Gubernur BI Darmin terlihat sangat nasionalis. "Karena dialah yang mempermasalahkan kepemilikan asing di perbankan kita secara terbuka. Dia juga mempunyai dasar ekonomi yang baik," ujar Purbaya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (03/05/2010).
Sayangnya, lanjut Purbaya, Darmin masih nampak terlihat bingung mencari cara untuk menurunkan suku bunga pinjaman perbankan. "Itu yang menjadi PR Bank Indonesia yang paling penting," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PR lainnya adalah BI harus menjalankan kebijakan inflation targeting dengan lebih baik. Selanjutnya, tingkat kompetisi di perbankan juga harus diperbaiki, agar perbankan kita tidak dapat menentukan suku bunga pinjaman sesukanya," katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Purbaya menekankan arsitektur sistem perbankan perlu dilakukan adanya revisi.
Selain itu, DPR juga mengungkapkan, tugas berat Gubernur BI terpilih saat ini adalah menyelesaikan kasus isu suap senilai US$ 1,3 juta dalam pencetakan uang Rp 100.000 di Australia. Pasalnya isu tersebut telah mencoreng lembaga otoritas moneter Indonesia di mata asing.
Sebagaimana diketahui, Presiden telah mengirimkan nama calon Gubernur BI ke DPR-RI. Nama Darmin Nasution menjadi calon tunggal untuk mengisi kursi BI-1 yang telah lama kosong kurang lebih satu tahun setelah sebelumnya Boediono diangkat menjadi Wakil Presiden RI.
(dru/dnl)











































