"Kemungkinan ada kenaikan dari omset kami pada bulan Mei yang tadinya Rp 4 triliun menjadi sekitar Rp 5 triliun di bulan ini," ujar Kepala Humas Perum Pegadaian, Irianto saat dihubungi detikFinance, Jumat (4/6/2010).
Menurut Irianto, peningkatan omset tersebut didorong oleh tingginya permintaanΒ masyarakat akan dana besar untuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah maupun perguruan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang tahun ini Perum Pegadaian menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 75 triliun atau naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 48,7 triliun.
Berdasarkan catatan perusahaan pelat merah ini, sepanjang Januari-April, Perum Pegadaian telah menyalurkan kredit sebesar Rp 18,8 triliun atau naik sekitar 40% dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 14,7 triliun.
Menurut Irianto, peningkatan ini didorong oleh terus bertambah jumlah outlet pegadaian di tanah air. Hingga akhir April, jumlah outlet perseroan sudah mencapai 4700 unit. "Kemungkinan bisa ditambah lagi menjadi 5.000 outlet hingga akhir tahun," jelasnya.
Terkait rencana perseroan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun pada semester II-2010, Irianto menyatakan, saat ini rencana itu masih dalam kajian.
Kalaupun rencana obligasi tersebut tidak dapat terealisasi, lanjut dia, perseroan tidak merasa khawatir karena Pegadaian telah mendapatkan komitmen kredit dari empat bank besar di tanah air yaitu Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI.
"Total dari empat bank itu sekitar Rp 5 triliun," katanya.
(epi/dnl)











































