Kredit Harus Tumbuh Rp 36,6 Triliun Jika Ingin RBB 24%

Kredit Harus Tumbuh Rp 36,6 Triliun Jika Ingin RBB 24%

Herdaru Purnomo - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2010 13:25 WIB
Kredit Harus Tumbuh Rp 36,6 Triliun Jika Ingin RBB 24%
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengasumsikan kredit industri perbankan nasional harus tumbuh rata-rata sebesar Rp 36,6 triliun per bulannya jika ingin mencapai target Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 24% di tahun 2010.

Sampai dengan bulan Mei 2010 kredit perbankan sudah tumbuh mencapai Rp 86,8 triliun atau sebesar 17,6% (yoy).

"Rencana Bisnis Bank (RBB) kan sekitar Rp 343 triliun atau sebesar 24% nah untuk mencapai itu maka perbulan kredit harus direalisasikan sebesar Rp 36,6 triliun," ujar Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Bank Indonesia, Wimboh Santoso dalam diskusi mengenai Stabilitas Sistem Keuangan di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (09/06/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wimboh mengatakan, kredit perbankan perbulannya belum sampai pada rata-rata Rp 36,6 triliun, namun belakangan sudah terlihat mendekati. "Januari-Februari 2010 saja negatif tapi pada akhir Mei sudah bagus yakni perbulan Mei kemarin tumbuh Rp 48,3 triliun," katanya.

BI optimistis, industri perbankan akan dapat mencapai RBB tersebut jika pertumbuhannya terus stabil seperti bulan Mei 2010 kemarin.

Untuk mencapai target RBB, Wimboh mengatakan setiap bulan pengawas bank terus melakukan review atau kajian terhadap masing-masing bank.

"Pengawas akan melakukan review dimana setiap bank akan dilihat perkembangan kreditnya. Jika on the track maka RBB tidak akan direvisi namun jika tidak sanggup karena likuiditas tidak mencukupi maka pengawas akan merevisi target kredit dalam RBB bank tersebut," tuturnya.

Namun Wimboh melanjutkan sampai dengan saat ini seluruh bank sudah on the track dalam mencapai targetnya. "BI sendiri akan melakukan kajian untuk merevisi target kredit nasional yang semula di proyeksikan tumbuh dalam range 17%-20%," tutupnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads