"Belum ada surat resminya," ujar Deputi Direktur Pengawasan Bank II Bank Indonesia (BI), Joni Swastanto ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (09/06/2010).
Joni mengatakan, proses akuisisi tersebut masih dalam tahapan internal. Oleh karena itu, BI juga belum mengetahui kapan rencana tersebut dapat terealisasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dikabarkan, Australia and New Zealand Banking Group ANZ dikabarkan telah meminta Morgan Stanley untuk menjadi penasihat keuangannya dalam rencana akuisisi 44% saham PT Panin Bank Tbk (PNBN) senilai US$ 1,3 miliar.
Keluarga Gunawan yang memiliki 44% saham Panin Bank melalui Panin Finansial disebutkan berniat menjual sahamnya. Salah satu calon kuat pembeli saham Panin Bank tersebut adalah ANZ. Untuk diketahui, selama ini ANZ sudah memiliki 38,5% saham Panin Bank.
Bank terbesar keempat di Australia itu menargetkan kontribusi pendapatan dari bisnisnya di Asia bisa menyumbang 20% dari total pendapatannya pada tahun 2014. Saat ini, kontribusi bisnis ANZ di Asia baru sebesar 14% dari total pendapatan ANZ.
ANZ yang memiliki surplus sebesar US$ 5 miliar pernah menyebutkan bahwa Indonesia menjadi pasar terpenting bagi ANZ untuk mencapai targetnya menjadi bank regional.
Sepanjang tahun 2010, ANZ telah menginvestasikan dana US$ 100 juta untuk menuntaskan akuisisinya terhadap divisi ritel dan komersial Bank RBS.
(dru/ang)











































