Industri Perbankan RI Terus Melaju Pasca Krisis

Wawancara Vice President SunGard

Industri Perbankan RI Terus Melaju Pasca Krisis

- detikFinance
Kamis, 10 Jun 2010 11:26 WIB
Jakarta - Kondisi industri perbankan di Indonesia pasca krisis ekonomi global pada tahun 2008/2009 lalu bakal terus melaju. Bahkan posisi perbankan Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan dengan industri perbankan di kawasan Asia dan dunia.

Vice President Global Banking Solutions SunGard's Ambit, Colin Day mengatakan saat dalam tekanan krisis ekonomi global di 2009, pendapatan industri perbankan Indonesia tumbuh menembus rekor.

"Jadi akan lebih banyak peluang daripada ancaman dalam jangka pendek. Secara umum, bank-bank besar di Indonesia akan memanfaatkan besarnya ukuran mereka untuk meningkatkan pangsa pasar, sementara bank kecil akan mencari peluang di segmen yang spesifik," terangnya kepada detikFinance, Kamis (10/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, Colin mengatakan, bank di Indonesia harus lebih serius dalam menjalani manajemen risiko. "Selama ini di Indonesia kemampuan manajemen risiko belum dianggap terlalu penting," imbuhnya.

Pertumbuhan bisnis industri perbankan di Indonesia masih cukup besar mengingat dari 249 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 16% sampai 18% yang menjadi nasabah bank, "Jadi peluang untuk pertumbuhan yang lebih besar sangat ada," tegasnya.

Demikian juga untuk perbankan syariah, Colin mengatakan, 85% responden bank di Indonesia mengatakan lingkungan ekonomi pasca krisis global membuat semkain meningkatnya kebutuhan terhadap produk dan layanan syatriah yang dianggap anti krisis.

"Tapi ekspansi yang cepat juga perlu diimbangi dengan manajemen aset perbankan yang hati-hati. Kemudian juga perlu diperharikan risiko," jelasnya.

SunGard merupakan perusahaan dalam daftar Fortune 500 dengan pendapatan melebihi US$ 5 miliar. Dia merupakan perusahaan software dan layanan TI swasta yang banyak melayani banyak perusahaan jasa keuangan.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads