Menurut Pemimpin BI Malang Totok Hermiyanto, sekarang ini banyak sekali diketahui para pelaku perbankan bersaing melalui suku bunga simpanan yang tinggi.
Semua itu dilakukan untuk merangkul lebih banyak lagi nasabah. Namun, langkah itu akan dapat menjadi persoalan ke depannya. Apabila masyarakat atau nasabah belum mengerti secara jelas mengenai besaran suku bunga penjaminan dari simpanan perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari adanya masalah tersebut, Kantor BI Malang akan meminta para pelaku perbankan melakukan transparasi mengenai besaran suku bunga penjaminan kepada para nasabah.
"Adanya jaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) harus dijelaskan dari awal saat pemodal atau nasabah akan menginvestasikan uangnya," tutur Totok baru menjabat sebagai Pimpinan BI Malang dua pekan ini.
Dari data BI Malang perkembangan total aset di bank umum masuk wilayah kerjanya hingga April 2010 sebesar Rp 25,17 triliun atau setara dengan 11 persen total aset bank umum Jawa Timur.
Sesuai dengan jumlah kantor cabang yang ada, mayoritas aset bersumber dari bank umum di Kota/Kabupaten Malang dan Kota Batu sebesar 75,91 persen. "Demikian juga dengan BPR, lebih dari 40 persen aset BPR berada di Malang Raya," ujar Totok.
Dalam kesempatan itu, Totok menerangkan, adanya penurunan perkembangan temuan uang palsu di tahun 2010 yakni sebanyak 1.007 lembar. Dari Tahun 2009 sebanyak 1.848 lembar.
"Temuan upal (uang palsu) terhadap inflow sampai April 2010 sebesar 0,05 persen lebih kecil dari Tahun 2009 sebesar 0,07 persen," tegas mantan Pemimpin BI Ambon ini.
(dnl/dnl)











































