"Hari ini ANZ mengumumkan selesainya proses akuisisi atas bisnis retail, commercial, dan private banking Royal Bank of Scotland (RBS) di Indonesia. Hal ini menandai rampungnya seluruh proses akusisi bisnis RBS oleh ANZ di enam negara di Asia," ujar CEO ANZ untuk Asia, Pasifik dan Amerika, Alex Thursby dalam keterangannya, Senin (14/6/2010).
Menurut Alex, dengan selesainya proses akuisisi RBS, ANZ kini memiliki bisnis berskala besar di Indonesia dengan 28 kantor cabang di 11 kota besar, sehingga dapat memberikan layanan perbankan retail yang fokus pada hubungan nasabah dari kalangan atas (affluent retail clients).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alez mengatakan, Indonesia merupakan pasar keenam dan terakhir, dimana bisnis RBS telah bertransisi menjadi ANZ, setelah selesainya proses akuisisi di Filipina, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.
"Kami telah menyelesaikan proses akuisisi RBS di seluruh enam negara, sehingga akan mempercepat pelaksanaan strategi regional kami yang jitu serta pengembangan basis usaha yang kuat untuk bisnis perbankan ritel, wealth, dan commercial kami di seluruh wilayah," kata Alex.
Menurutnya, prioritas utama ANZ saat ini adalah untuk memperkuat hubungan dengan para nasabah RBS terdahulu di seluruh wilayah Indonesia.
ANZ telah mentransformasi 18 kantor cabang dan 29 ATM RBS di Indonesia dengan brand ANZ, serta proses pemindahan para nasabah dan karyawan RBS menjadi ANZ juga berlangsung tanpa gangguan yang berarti. ANZ juga akan membuka satu kantor cabang baru di Palembang, Sumatera Selatan, sehingga ANZ akan memiliki 28 kantor cabang di 11 kota besar di Indonesia.Β
"Nasabah RBS yang terdahulu akan tetap dilayani oleh relationship manager yang sama dan akan terus dapat memiliki akses ke kantor cabang, ATM, layanan perbankan online serta 17.000 jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia. ANZ juga meluncurkan ANZ Signature Priority Banking yang memberikan layanan berupa relationship manager yang berdedikasi untuk tiap nasabah kelas atasnya (affluent retail customers) didukung oleh layanan perbankan lengkap termasuk wealth management," papar Alex. (dro/qom)











































