"Cadangan devisa RI saat ini sekitar US$ 74 miliar dan akan terus meningkat. Sebetulnya jika dilihat fundamental negara di dunia inflow akan terus berlangsung ke negara berkembang," ujar Pjs Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/06/2010).
Inflow tersebut, lanjut Darmin didukung oleh dua hal. Yang pertama yakni pertumbuhan ekonomi RI lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju. Dan tingkat bunga yang lebih tinggi mendorong dana untuk masuk karena ritten yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditempat yang sama Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan cadangan devisa sebesar US$ 81 miliar merupakan exercise BI bulan lalu.
"Tepatnya US$ 81,3 miliar di akhir tahun 2010," kata Budi.
Angka tersebut, menurut Budi setara dengan 6,4 bulan impor dan utang jangka pendek.
(dru/qom)











































