Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/6/2010).
"Bank BUMN siap membantu pendanaan untuk kebutuhan investasi di Donggi Senoro," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mustafa, pemerintah ingin Pertamina menguasai saham sebanyak-banyaknya di tempat tersebut.
"Kalau ada yang jual, Pertamina bisa langsung ambil," ujarnya.
Porsi kepemilikan Donggi-Senoro saat ini dipegang oleh Mitsubishi sebanyak 51%, Pertamina 29% dan PT Medco Energi Internasional Tbk 20%.
Proyek Donggi Senoro diperkirakan menelan dana sebesar US$ 3,4 miliar untuk investasi di sektor hulu sekaligus hilirnya. Sektor hilir sendiri diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$ 1,8 miliar.
(ang/qom)











































