Perseroan optimistis target kredit 18%-20% dapat tercapai sampai dengan akhir 2010.
Demikian diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi ketika ditemui usai MoU dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riswinandi menuturkan, kredit yang tumbuh tersebut masih didominasi dari beberapa sektor. "Antara lain ada oil and gas, pupuk, dan komunikasi, juga termasuk
powerplant," tambahnya.
Ia optimistis sampai dengan akhir 2010 target kredit bisa tercapai hingga 18%-20%. "Kita masih optimis kredit bisa tumbuh sesuai RBB (rencana bisnis bank) yakni 18%-20%," katanya.
Lebih lanjut Riswinandi mengatakan, untuk mendukung ekspansi kreditnya perseroan merencanakan akan melakukan penawaran saham baru yang saat ini tengah dikaji. "Rights issue masih dikalkulasikan rencananya akan melepas saham baru sekitar 3% lagilah di tahun ini," ujarnya.
Mengenai besarannya, Riswinandi menuturkan pihaknya masih melakukan review terlebih dahulu. "Masih dicek lagi, namun diusahakan di kuartal III-2010," ungkapnya.
Namun, lanjut Riswinandi, jika nantinya rights issue mengalami kendala perseroan masih akan merencanakan untuk menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt).
"Semua dilakukan untuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR) yang akan tergerus oleh ekspansi kredit. Saat ini CAR berada di posisi 15%," tuturnya.
Sementara itu, di tempat yang sama EVP Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri Mansyur S Nasution mengatakan, Mandiri telah mencatat pangsa pasar penyalur kredit kepemilikan rumah (KPR) sudah mencapai di atas 13%.
"Pangsa pasar kami di KPR sudah berada di antara 13% sampai 14%," ujarnya.
Sampai dengan April 2010, lanjut Mansyur, kredit konsumer Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 25,6 triliun atau tumbuh 27%. Kredit KPR memberikan kontribusi hingga 60% kredit konsumer.Β Sampai dengan April 2010 Bank Mandiri telah menyalurkan KPR sekitar Rp 15,3 triliun.
"Target kredit tersebut sejalan dengan target perseroan," tukasnya.
(dru/dnl)











































