"Mandiri kan memiliki legal lending limit-nya (BMPK/Batas Maksimum Pemberian Kredit) bisa sampai Rp 7 triliun, nanti kita lihat saya tidak bisa tentukan sekarang, kita lihat prospeknya," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (22/06/2010).
Riswinandi mengatakan, angka akhir pinjaman yang dapat diberikan baru akan ditentukan setelah setelah proses studi kelayakan (feasibility study) selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah melalui Kementrian BUMN memang mendorong Pertamina untuk menambah kepemilikan saham di lapangan gas Donggi-Senoro melalui pendanaan bank-bank BUMN.
Saat ini, Pertamina menguasai 29 persen saham di tempat tersebut. Pemerintah menginginkan Pertamina menguasai saham sebanyak- banyaknya di tempat tersebut.
Porsi kepemilikan Donggi-Senoro saat ini dipegang oleh Mitsubishi sebanyak 51%, Pertamina 29%, dan PT Medco Energi Internasional Tbk 20%.
Proyek Donggi Senoro diperkirakan menelan dana sebesar US$ 3,4 miliar untuk investasi di sektor hulu sekaligus hilirnya. Sektor hilir sendiri diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$ 1,8 miliar.
(dru/dnl)











































