Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad disela acara Seminar bertemakan "KPR Sebagai Alternatif Investasi Yang Aman" di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/06/2010).
"Untuk sampai ke 24% kredit harus tumbuh Rp 9 triliun rata-rata per minggunya. Tapi masih ada kemungkinan bisa sampai ke target RBB (Rencana Bisnis Bank) tersebut," ungkap Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya (revisi target kredit), intinya kita saat ini sudah punya pondasi cukup baik. Akan ada konsistensi pertumbuhan kredit sampai ke 20%-22% bisa tercapai," ujar Muliaman.
Target kredit yang direvisi ke atas tersebut menurut Muliaman karena kredit yang sudah mengalir cukup deras. "Kredit sudah mulai terbentuk, secara year on year saja kredit sudah lebih dari 18%. Atau lebih dari Rp 5,2 triliun untuk kredit rupiah per bulannya," katanya.
Lebih lanjut Muliaman mengatakan, sektor yang masih dominan mendukung pertumbuhan kredit yakni kredit konsumsi. "Kredit konsumtif, demandnya cukup bagus. Walaupun masih balance juga di working capital dan kredit investasi. Tapi intinya support-nya di kredit konsumsi," tukasnya.
(dru/dnl)











































