Keputusan itu diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung selama 2 hari melalui voting 9-1. Seperti biasa, Gubernur Bank Sentral Kansas City, Thomas Hoenig tidak setuju dan menginginkan suku bunga dinaikkan. Hoenig selalu memilih opsi tersebut sejak pertemuan FOMC 27 Januari.
Hoenig menilai menjaga suku bunga ekstra rendah untuk waktu yang lebih lama tidak lagi diperlukan karena hal tersebut bisa membuat ketidakseimbangan di masa depan dan meningkatkan risiko makro ekonomi secara jangka panjang serta stabilitas finansial. Hal itu juga akan membatasi fleksibilitas FOMC untuk memulai kenaikan suku bunga secara perlahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu tidak terlalu mengejutkan dan sudah banyak diantisipasi setelah pertemuan FOMC sebelumnya menunjukkan proses pemulihan ekonomi AS kini masih terus bergulir dan berjuang.
"Informasi yang diterima sejak pertemuan FOMC terakhir pada April menyatakan pemulihan ekonomi sedang berjalan dan pasar tenaga kerja secara bertahan sudah membaik," ujar FOMC dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/6/2010).
The Fed mengatakan, kondisi ekonomi sepertinya menyarankan untuk suku bunga rendah dalam periode yang lebih lama. Kalimat tersebut sudah digunakan The Fed dalam beberapa kali pertemuannya.
Hanya saja, The Fed kali ini memasukkan krisis Eropa dalam pengambilan keputusannya. The Fed mengingatkan masalah fiskal Eropa terus berlangsung.
"Kondisi finansial menjadi kurang mendukung keseimbangan pertumbuhan ekonomi, sebagian besar merefleksikan perkembangan di luar," demikian pernyataan FOMC.
(qom/qom)











































