DPR akan Panggil Bakrie Life

Kasus Gagal Bayar

DPR akan Panggil Bakrie Life

- detikFinance
Kamis, 24 Jun 2010 11:57 WIB
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI mengagendakan untuk memanggil pihak Manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) dan Bapepam-LK setelah reses.

Pemanggilan itu dirasa perlu karena nasabah produk Diamond Investa Bakrie Life tidak mendapatkan kejelasan mengenai pengembalian dananya, meski telah ada kesepakatan.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Achsanul Qasasi ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (24/06/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah reses nanti kita akan mengadakan rapat internal. Salah satunya membahas mengenai kasus Bakrie Life," ujar Achsanul.

Ia mengatakan, Komisi XI mengawasi seluruh perbankan dan jasa keuangan termasuk perusahaan asuransi. Maka dari itu, lanjut Achsanul sudah menjadi kewajiban untuk menganalisa lebih jauh kasus Bakrie Life yang meresahkan para nasabahnya.

"Kita akan analisa lebih jauh, nasabah harus mendapatkan haknya secara utuh. Kita akan melihat sejauh mana pelayanan kepada nasabah hingga menjadi terbengkalai," ungkapnya.

Lebih lanjut Achsanul mengatakan pihak Bapepam selaku regulator jasa keuangan non bank seperti asuransi akan dimintakan keterangannya juga.

"Bapepam juga akan kita minta keterangannya," tutup Achsanul.

Seperti diketahui, nasabah produk Diamond Investa Bakrie Life kembali harus gigit jari karena manajemen tidak mengindahkan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) yang telah disetujui kedua pihak.

Isi dari SKB tersebut berupa komitmen Bakrie Life untuk membayar bunga 9,5% per bulan beserta cicilan pokok secara kuartal per tahunnya yaitu 2010 sebesar 25%, 2011 sebesar 25% dan Januari 2012 sebesar 50%. Dana tersebut seharusnya mulai dibayarkan pada Maret 2010 sampai Januari 2012. Namun hingga kini pembayaran yang dilakukan manajemen seret.

Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar sejak 2009.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads