"Sebagian besar kantor-kantor sudah ditutup untuk efisiensi terutama yang sudah tidak produktif," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Kamis (24/06/2010).
Timoer menjelaskan, kantor-kantor yang sudah tutup tersebut dialihkan ke kantor pusat Bakrie Life di Gedung Artha Graha lantai 7 Kawasan Niaga Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Timoer sendiri tidak mengetahui jumlah kantor-kantor pemasaran Bakrie Life yang ditutup. "Saya agak lupa," tuturnya.
Berdasarkan situs resmi Bakrie Life perusahaan milik Bakrie Group ini mempunyai 1 Kantor Pusat dan 28 Kantor Pemasaran di Jakarta dan kota-kota besar lain seperti di Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
Kantor pemasaran yang berada di Jakarta seperti di Fatmawati, Komplek Ruko Cempaka Mas Jalan Letjend Suprapto danΒ Perkantoran Tebet Mas Indah Jakarta Selatan juga sudah ditutup. Laporan beberapa nasabah di daerah-daerah seperti di Malang dan Bandung merasa kesulitan karena memang kantor-kantor di daerah-pun sudah ditutup.
Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata beberapa waktu lalu mengatakan pihak manajemen tetap harus beroperasi untuk melayani para nasabahnya karena terkait kasus gagal bayar, manajemen harus tetap memberikan informasi kepada mereka selaku para nasabahnya.
Perusahaan asuransi Bakrie Life tahun 2005 meluncurkan Diamond Investa yang merupakan kombinasi produk asuransi jiwa dan investasi. Produk ini menawarkan imbal hasil investasi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 13% per tahun. Untuk dapat memberikan bunga sebesar itu, Bakrie Life menginvestasikan lebih dari dari 80 % dana nasabah di pasar saham.
Kejatuhan harga saham menyusul krisis global akhir tahun 2008 mengakibatkan Bakrie Life rugi cukup besar. Sejak Juli lalu, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi tersebut sebesar Rp 360 miliar.
(dru/qom)











































