Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan, perbaikan outlook peringkat dari Moody's dan adanya peralihan dana asing dari Eropa ke Indonesia telah mendorong penurunan yield (imbal hasil) dari Surat Utang Negara (SUN).
"Yield SUN tenor 10 tahun sempat di bawah 8% yaitu sekitar 7,89%, dan SUN 12 bulan atau SPN (Surat Perbendaharaan Negara) sempat 6,24%. Ini sangat fenomenal," tegas Rahmat kepada detikFinance, Jumat (25/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini terjadi karena SUN lebih tradeable dibanding SBI, dan yield SUN lebih mencerminkan kondisi riil pasar. Penggunaan SUN sebagai instrumen moneter suatu saat nanti, diharapkan juga menekan biaya pengelolaan moneter," tukas Rahmat.
(dnl/qom)










































