"Sebetulnya yang kita harapkan saat ini dari G20 adanya ketersediaan emergency pendanaan bagi negara-negara berkembang," kata Direktur Finance & Strategy PT Bank Mandiri (Tbk) Pahala N. Mansury di Jakarta, Minggu (27/6/2010).
Ia mengatakan adanya arus capital inflow saat ini berpeluang membuat tak stabilnya ekonomi negara-negara berkembang. Terlebih kondisi itu bisa berbalik arah menjadi capital outflow yang sangat deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan bentuk konkrit tersebut dapat dilakukan oleh lembaga keuangan dunia seperti IMF dan World Bank, dalam melakukan refinancing terhadap negara berkembang.
Sementara dari sisi perbankan, adanya hasil G20 justru jangan sampai menghasilkan suatu langkah kebijakan yang lebih konservatif termasuk dari sisi permodalan perbankan.
"Ini supaya ada stabilitas perekonomian di negara-negara berkembang," katanya.
Sementara itu mengenai adanya wacana perombakan atau reformasi di tubuh Bank Dunia (World Bank) maupun IMF, Pahala tidak mau berkomentar banyak soal itu.
(hen/dro)











































