Bank Eksekutif Masih Butuh Modal Rp 1,5 Triliun lagi

Bank Eksekutif Masih Butuh Modal Rp 1,5 Triliun lagi

- detikFinance
Kamis, 01 Jul 2010 07:48 WIB
Jakarta - PT Bank Eksekutif Tbk (BEKS) membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun sebagai modal perseroan, dalam rangka ekpansi bisnis di sektor mikro serta penyalurannya. BEKS pun berharap pemegang saham yang baru, yaitu Recapital dan IF Services Netherlands BV bisa menyediakan pendanaan tersebut.

Demikian disampaikan Direktur BEKS Maximianus Puguh Djiwanto di kantornya, Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (30/6/2010) malam.

"Kebutuhan kita Rp 1,5 triliun sampai 3-5 tahun ke depan. Ini susuai dengan rencana kita. Nmaun kita harus konsultasi dengan pemegang saham untuk permodalan tersebut," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan modal tambahan ini pun masih bisa diupayakan manajeman melalui pendanaan eksternal, seperti obligasi subordinasi (sub debt), obligasi atau bahkan Right issue kembali. Namun hal tersebut nampaknya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, karena perseroan masih fokus pada penyelesaian Penawaran Umum Terbatas (PUT) I sebesar Rp 512,25 miliar.

"Bisa saja subdebt atau bonds," kata Direktur Utama Bank Eksekutif Gandhi Ganda Putra.

Penambahan modal, akan dipergunakan untuk membuka kantor cabang baru dalam tiga tahun ke depan. Cabang baru, tentu akan meningkatkan omset perseroan dengan target minimum Rp 20 triliun seperti yang diungkap pemilik Recapital,
Sandiaga Uno.

"Pak Sandi memang pernah ngomong ke media untuk itu. Nampaknya akan bisa, baik perkembangan organik ataupun unorganik (akuisisi kembali)," tutur Gandhi.

Sampai akhir 2012, berdasarkan dokumen rencana bisnis BEKS yang didapat detikFinance, perseroan menargetkan dapat memiliki 289 cabang baru. 84 cabang diantaranya akan mulai beroperasi pada tahun 2010.

"Tahun in kita inginnya 100, tapi karena mundurnya jadwal right issue kita kurangi jadi 80-an cabang. Ini sangat berpengaruh," paparnya.

Untuk tahun 2011 sendiri, BEKS menargetkan adanya kantor cabang baru berjumlah 105 cabang, dan periode selanjutnya, 2012, tambah lagi 100 cabang. Hingga total mencapai 289 cabang.

Per hari ini, perseroan baru memiliki 18 kantor cabang yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesoa. Sumatera diwakili oleh kantor cabang Medan 1 unit, Pelembang 1 unit. Jakarta memiliki 2 unit, Bandung 2 unit, Solo 1 unit, dan Surabaya 1 unit. Untuk kantor di Malang, Makasar dan Manado, masing-masing 1 unit.

Akan ada penambahan lagi, yang masuk dalam pipeline perseroan. Yaitu Jambi, Jogjakarta, Balikpapan, Banjarmasin dan Pontianak.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads