Menurut President Director & CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja, pembelian 7,17% saham tersebut didapat dari pemilik sebelumnya, yaitu International Finance Corporation (IFC), World Bank Group.
"Pembelian saham milik IFC di Bank OCBC NISP ini terjadi setelah adanya kesepakatan dari kedua belah pihak dalam memenuhi tujuan investasinya," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Kamis (1/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi perseroan, menurut Parwati, dengan kenaikan kepemilikan saham OCBC Bank Singapura ini, akan membuat kinerja perseroan semakin positif. Berbagai dukungan yang telah diberikan oleh OCBC Bank Singapura selama ini berupa dukungan dalam pengembangan produk dan layanan, pemasaran, branding, delivery channel, manajemen risiko, audit, teknologi informasi, serta proses operasional.
OCBC Bank Singapura memang telah pemegang saham pengendali Bank OCBC NISP sejak tahun 2005. "Peningkatan kepemilikan saham di OCBC NISP akan semakin menguatkan komitmennya dalam mengembangkan perseroan dan memperkuat investasinya di NISP," tambahnya.
OCBC Bank-Singapura didirikan pada tahun 1912. Saat ini OCBC Bank- Singapura menjadi grup jasa keuangan kedua terbesar di Asia Tenggara, dengan total aset sebesar SING$ 208,7 miliar, ekuivalen Rp 1.335,7 triliun per 31 Maret 2010.
(wep/qom)











































