NPL Bank Mandiri Capai 1% per Maret

NPL Bank Mandiri Capai 1% per Maret

- detikFinance
Senin, 05 Jul 2010 14:15 WIB
NPL Bank Mandiri Capai 1% per Maret
Jakarta - Rasio kredit bermasalah (NPL) per Maret sudah mencapai 1% (netto). Dirut Baru Bank Mandiri, Zulkifli Zaini berjanji akan mengejar kredit macet sejumlah perusahaan agar NPL terus ditekan.

"Saat ini NPL kita rendah. Per Maret NPL gross dibawah 3% dan netto 1%. Tapi masih ada debitur yang bisa ditagih. Nantinya kinerja akan lebih baik," ujar Zulkifli usai RUPSLB di kantornya, Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta, Senin (5/7/2010).

Zulkifli percaya, kredit macet dapat tertagih pada tahun 2010. Beberapa yang diharapkan bisa lancar antara lain adalah utang PT Garuda Indonesia. Tercatat saham BMRI yang ada di PT Garuda Indonesia, sebagai hasil debt equty swap, akan terbayar saat Maskapai penerbangan BUMN IPO di akhir tahun 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"IPO, ini akan kasih nilai tambah. Saat listing, akan kami jual saham yang kami miliki di Garuda, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI)," jelasnya.

Zulkifli juga berjanji akan menyelesaikan utang dari kreditur lain, macam Benoa Indah dan Domba Mas. "Kita akan selesaikan," ucapnya.

Dalam memimpin Bank Mandiri ke depannya, Zulfikli mengaku siap memperbaiki kinerja finansial perseroan dalam tiga pokok utama. Diantaranya, meningkatkan wholesale transaction, retail payment business dan retail loan business.

"Tiga hal utama ini sesuai corporate plan 2010 sampai 2014. Ada lagi dua tambahan yang sejalan dengan strategi Bank Mandiri. Yaitu aliasi Strategic Business Unit (SBU) yang berikan solusi terbaik nasabah," katanya.

"Juga akan manage anak usaha sebaik-baiknya. Sebagai grup, agar dapat memberi kinerja terbaik bagi stakeholder, seperti Mandiri Sekuritas, Mandiri Tunas Finance, Bank Syariah Mandiri dan BSHB, bank kita yang beroperasi di Bali," tambah Zulkifli.

Pertumbuhan kredit pun, lanjutnya, dipercaya akan tumbuh secara merata. Corporate banking yang selama ini menopang bisnis BMRI, juga akan tumbuh, seiring meningkatnya sektor lain di SME, Comercial dan Consumer.

"Corporate tidak ditinggalkan. Kita tingkatkan semua yang ada, di commercial. Dan NPL 3% akan ditagih," paparnya.

Kredit yang tumbuh juga dipercaya dapat meningkatkan fee base income, pendanaan serta pembiayaan bank plat merah ini.

Chief Financial Officer BMRI, Pahal Mansyuri juga mengatakan, akan terus mengumpulkan pendanaan, khususnya ritel, dan pembenahan LDR.

"Pembiayaan ritel di triwulan-I tumbuh 20%, consumer dan commercial juga naik 25-26%, serta kredit mikro yang tumbuh 40%," imbuh Pahala.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads