Demikian disampaikan oleh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/7/2010).
"Cadangan devisa Indonesia sampai dengan akhir triwulan II-2010 mencapai US$ 76,3 miliar atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara surplus pada transaksi modal dan finansial juga diperkirakan lebih besar, yaitu mencapai US$ 3,09 miliar, lebih tinggi dari perkiraan semula sebesar US$ 1,16 miliar.Β
Tingginya surplus yang terjadi baik pada neraca transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang disertai kenaikan harga komoditas dunia, dan mulai meningkatnya arus modal asing karena perbaikan outlook credit rating dan persepsi internasional terhadap Indonesia.
Paket kebijakan yang dikeluarkan BI pada tanggal 15 Juni 2010 juga telah diterima secara positif oleh pelaku pasar baik domestik maupun internasional, dan diyakini akan semakin memperkuat manajemen moneter dan pendalaman pasar keuangan.
Dengan perkembangan tersebut, selama triwulan II-2010, nilai tukar Rupiah secara rata-rata cenderung menguat disertai dengan volatilitas yang menurun.
(dnl/qom)











































