"Tingkat kesadaran menabung masyarakat di Jakarta masih besar, jika ada tambahan pendapatan 74% responden memilih untuk menyimpannya," ujar Director Retail Services Nielsen, Yongki Susilo, di Kantor Nielsen, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Rabu (07/07/2010).
Ia mengatakan, selain Jakarta, lanjut Yongki kesadaran menabung masyarakat Semarang juga tinggi. "Sebanyak 53% responden Semarang juga memilih untuk menyimpan kelebihan pendapatannya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yongki menambahkan, untuk wilayah Bandung, sebesar 43% membelanjakannya untuk kebutuhan dasar anak. Sedang sebesar 43% responden di masyarakat untuk menghabiskan tambahan pendapatannya untuk biaya pendidikan anak.
"Jadi secara rata-rata 52% dari konsumer pada kota-kota besar itu akan menabung dan sebanyak 46% akan menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari," paparnya.
Lebih lanjut Yongki menuturkan, hasil survei lebih banyak dilakukan oleh masyarakat kelas atas atau dengan kata lain penghasilan yang digunakan untuk belanja d iatas Rp 1.250.000. "Penghasilan per bulan yang disurvei itu di atas Rp 1.250.000," tukasnya.
(dru/dnl)











































