Alokasi Kredit Menganggur BNI Capai Rp 25 Triliun

Alokasi Kredit Menganggur BNI Capai Rp 25 Triliun

- detikFinance
Minggu, 11 Jul 2010 13:39 WIB
Alokasi Kredit Menganggur BNI Capai Rp 25 Triliun
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat porsi kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) oleh perseroan hingga semester I-2010 mencapai Rp 25 triliun. Sektor infrastruktur cukup banyak mengambil porsi, karena masih tersendatnya pembangunan proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, perkebunan dan lain-lain.

"Undisbursed loan Rp 25 trilunan per semester satu," kata Direktur Utama BNI Gatot Suwondo saat disela-sela acara Gathering Keluarga Besar BNI dan Kampanye Go Green di Lapangan Monas Jakarta, Minggu (11/7/2010).

Gatot mencontohkan untuk kredit infrastruktur tol selama dua tahun terakhir yang disiapkan perseroan mencapai Rp 10 triliun namun hanya Rp 7 trilunn yang sudah didisbursed. Sementara kurang lebih 20% masih banyak masalah seperti masalah pembebasan tanah, ada beebrapa yang masih mengalami kesulitan equitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 9 proyek (tol) yang kita biaya baru satu yang sudah operasi yang lain masih dalam proses," katanya

Sementara untuk perkebunan alokasi kredit BNI mencapai Rp 9 trilun, dari jumlah itu Rp 6 triliun sudah di-disbursed dan Rp 3 triliun masih idle. Selain itu, sektor energi listrik juga mengalami hal yang sama, yaitu dari alokasi kredit Rp 10 triliun, yang sudah di-disbursed kurang dari Rp 2 triliun

"Jadi memang pembiayaan infrastruktur segala macam bukan hanya masalah perbankan saja, banyak pihak yang harus bersama-sama," katanya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menyatakan undisbursed loan perbankan mencapai Rp 479,1 triliun sampai dengan akhir Mei 2010. BI memperkirakan tingginya undisbursed loan tersebut dikarenakan perubahan laporan bulanan perbankan pasca penerapan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50-55. Pada tahun 2009 lalu BIΒ  juga mencatat jumlah kredit perbankan nasional yang telah disetujui namun belum ditarik (undisbursed loan ) mencapai Rp 250 triliun.


Β 

Β 

(hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads