Perbankan sendiri sudah mulai mengantisipasi kebutuhan likuditas menjelang puasa dan lebaran dengan mengurangi ekses likuiditasi di instrumen moneter.
Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (13/07/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antisipasi kebutuhan likuiditas jangka pendek oleh perbankan, lanjut Difi menyebabkan perbankan lebih menempatkan kelebihan likuiditasnya pada instrumen moneter jangka pendek yakni Term Deposit.
"Meskipun demikian minat pada SBI 6 bulan meningkat selama periode laporan sebesar Rp 19,78 trliun. SBI 6 bulan merupakan satu satunya tenor yang mengalami kenaikan selama periode laporan sejalan dengan upaya BI menggiring ekses likuiditas kearah jangka panjang," jelas Difi.
Difi menambahkan, saat ini bank sentral tengah melakukan persiapan untuk mengeluarkan desain baru uang pecahan Rp 10.000.
"Rencananya pecahan tersebut sudah beredar di masyarakat sebelum lebaran," katanya.
Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) S Budi Rochadi mengatakan pihaknya telah melakukan distribusi uang pecahan Rp 10.000 dengan desain baru ke kantor-kantor Bank Indonesia (KBI) di daerah-daerah. Uang pecahan baru tersebut akan segera disebarkan ke masyarakat.
Pada tahap pertama BI akan mencetak lebih dari 500 juta lembar pecahan Rp 10.000. Uang baru itu rencananya akan berwarna biru muda, untuk mencegah masyarakat agar tidak tertukar dengan pecahan Rp 100.000.
(dru/qom)











































