Kawin Lagi Marak, Kredit Macet UKM Membengkak

Kawin Lagi Marak, Kredit Macet UKM Membengkak

- detikFinance
Kamis, 15 Jul 2010 11:53 WIB
Yogya - Fenomena kawin lagi menjadi salah satu pemicu kredit macet (non performing loan/NPL) di sektor usaha mikro. Inilah yang dialami oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang tingkat NPL-nya kini mencapai 1,06%.

Sekretaris Perusahaan PNM Arief Mulyadi mengakui besaran NPL dari debitur mikro ini naik dari tahun lalu di bawah 1%.

"Tahun lalu masih di bawah 1% tapi sempet naik 1,02% tapi turun lagi. Naiknya dibandingkan tahun lalu dengan tahun sekarang karena nasabahnya juga tambah banyak," ujarnya saat berbincang dengan detikFinance, di Yogyakarta, Kamis (15/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arief, permasalahan NPL dalam usaha mikro ini bukan karena itikad para pengusaha yang enggan membayar, melainkan masalah kedisiplinan dan waktu.

"Khasnya, pengusaha mikro nggak bisa ninggalin usahanya untuk mengangsur," ungkapnya.

Di samping itu, lanjut Arief, terdapat juga masalah urgensi yang mengakibatkan para pengusahan tidak tepat waktu membayar cicilan pinjamannya.

"Banyak juga yang karena alasan urgensi. Seperti kebakaran, meninggal, ketipu, kecelakaan, bahkan kawin lagi. Ini fenomena di usaha mikro yang tidak bisa dipungkiri. Uangnya terpakai untuk kawin lagi," ungkapnya.

Namun, Arief akui terdapat juga praktik mafia yang menciptakan NPL untuk PT PNM walaupun jumlahnya tidak banyak. Arief menyebutkan kebanyakan modus para mafia ini menaikkan jumlah kebutuhan pinjaman para calon debitur yang dikoordinasinya.

"Ada juga yang mafia di daerah-daerah. Mereka mengatur. Modusnya mark up, biasanya minta 10-15% sehingga kebutuhan mereka naik. Tapi kecil sih porsinya. Mereka (mafia) juga bekerja dengan orang-orang profesional sampai penandatangan nilai jaminan," jelasnya.

Untuk mengurangi angka NPL ini sehingga bisa mencapai target 1% hingga akhir tahun, Arief menyebutkan beberapa usaha PNM. Salah satunya dengan memberikan kotak hijau yang diharapkan bisa diisi para pengusaha mikro setiap harinya sesuai dengan besaran cicilan. Hal ini untuk melatih kedisiplinan.

"Kita intensif mengingatkan. Salah satunya dengan kotak hijau, kita buat dan berikan kepada mereka. Ini guna mengurangi NPL itu, edukasi, hidup harus berencana, harus menyisihkan," jelasnya.
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads