"Yang beredar sekarang Rp 33 triliun dan akan ditambah lagi melalui ORI007," kata Direktur Surat Berharga Negara Departemen Keuangan (Depkeu) Bhimantara Widyajala di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Menurutnya, sebanyak Rp 9-10 triliun dari nilai tersebut, yaitu ORI001 dan ORI002, sudah jatuh tempo dan dibayar oleh pemerintah. "Sekarang masyarakat jadi lebih tahu bahwa pemerintah menjamin pembiayaannya itu betul. Semua kupon dibayar dan ini menambah keyakinan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Distribusi ini yang selama ini kita prioritaskan. Jadi biar semua masyarakat tahu tentang ORI. Kita juga masuk BEI, sosialisasikan melalui koran dan radio," tambahnya.
Menurut Bhima, potensi penjualan ORI di dalam negeri masih sangat tinggi, didukung dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak. Jika dilihat dari jumlah penduduk sekitar 250 juta, jika 10 persen saja atau 25 juta penduduk bisa membeli ORI, maka pemasukan pemerintah bisa semakin tinggi.
Bhima menyatakan banyak keuntungan yang bisa didapat dengan membeli ORI, selain aman dan kepastian untuk dibayar kembali, invstor juga mendapat bunga yang lebih tinggi dari bunga deposito rata-rata perbankan nasional.
"Dan kalau investor butuh uang, ini bisa diperdagangkan ke pihak lain," ujarnya.
Ia mengaku saat ini masih ada beberapa kendala dalam menjaring investor dalam negeri untuk penerbitan ORI, salah satunya adalah kurangnya penyebaran informasi ke daerah-daerah. Maka dari itu, pemerintah berupaya untuk terus menambah jumlah agen penjual ORI di berbagai daerah di pelosok nusantara.
"Jadi ada daerah-daerah pelosok yang tidak terjangkau marketing agen penjual, karena biasanya agen penjual milihnya ada di kota-kota besar, makanya kita masuk ke kota kecil untuk memperkenalkan kalau membeli bisa di mana aja," ujarnya.
Â
Â
(ang/dro)











































