Laba tersebut meningkat karena ditopang oleh pertumbuhan kreditnya. BTN mencatat pertumbuhan kredit pada semester I-2010 sebesar 29,61% atau mencapai Rp 46,41 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 35,81 triliun.
Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro mengungkapkan jika melihat beberapa indikator kinerja keuangan per 30 Juni 2010 Bank BTN tampak sangat sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kinerja perusahaan per 30 Juni 2010 Bank BTN telah membukukan aset sebesar Rp 60,95 triliun tumbuh 25,14% dari assetnya pada posisi yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp.48,70 triliun.
"Meskipun ekspansi kredit perseroaan cukup tinggi, tetapi berdasarkan kinerja semester I-2010 perseroan berhasil menjaga NPL kreditnya tetap sehat. NPL (Net) Bank BTN per 30 Juni 2010 tercatat 3,4%," tambahnya.
Β
Manajemen Bank BTN, lanjut Iqbal, optimistis pertumbuhan kredit akan tetap dapat dikendalikan agar tidak membawa potensi NPL bagi perseroan sesuai dengan toleransi Bank Indonesia (BI).
Sementara itu, untuk DPK tumbuh dari Rp.34,28 triliun pada semester I-2009 menjadi Rp.39,99 triliun pada posisi yang sama tahun 2010.
"DPK Bank BTN pada tahun 2010 pertumbuhannya mencapai 16,69%. Bank BTN berhasil meningkatkan komposisi dana murah perseroan menjadi 31,7% pada semester I-2010 atau meningkat dari komposisi tahun sebelumnya yang sebesar 30,1%," jelas Iqbal.
Lebih lanjut Iqbal mengatakan, untuk Rasio Kecukupan Modal (CAR) BTN tercatat tumbuh dari 15,59% pada semester I-2009 menjadi 18,71% pada posisi yang sama tahun 2010.
"Dan untuk NIM (Net Interest Margin) meningkat menjadi 5,81% pada semester I 2010 dari posisi yang sama tahun 2009 yang sebesar 4,04%," tukasnya.
(dru/dnl)











































