Penyaluran kredit masih terbagi merata antara pembiayaan korporasi, small business dan konsumsi.
"Semester-I tahun 2010 Rp 17,1 T, sedangkan semester-I tahun 2009 Rp 15,05 T,"Β ujar Managing Director PT Bank UOB Buana, Safrullah Hadi Saleh dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance, Sabtu (17/7/2010).
Ia menambahkan, industri pembiayaan perbankan sangat baik. Ini terbukti dengan meningkatkan permintaan kredit, bukan hanya BBIA juga perbakan lain.
Safrullah menargetkan, hingga akhir tahun terjadi pertumbuhan hingga 18% atau setara dengan Rp 15,8 triliun. Jumlah ini belum termasuk pertumbuhan kredit Bank UOB Indonesia, yang telah bergabung (merger) dengan perseroan.
"Kalau dimasukkan hasil merger, diharapkan (pencapaian kredit) hingga Rp 29 triliun sampai akhir tahun 2010," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total aset perseroan, pasca merger diperkirakan mencapai Rp 38 triliun, dan terus merangkak naik hingga Rp 40-41 triliun hingga akhir tahun ini. Begitu pula dengan Dana pihak ketiga (DPK) yang akan sebesar Rp 33 triliun sepanjang tahun 2010.
(wep/epi)










































