Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution harus menghadapi 'hujan' pertanyaan dari anggota DPR. Besar kemungkinan penentuan Darmin sebagai Gubernur BI tidak dilakukan hari ini.
Dalam fit and proper test yang digelar hari ini, anggota Komisi XI DPR RI yang hadir sebanyak 27 orang hampir semuanya melontarkan 3-7 pertanyaan. Karena banyaknya pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan, maka diputuskan agar rapat diskors untuk salat dan istirahat sebelum akhirnya Darmin diberi kesempatan untuk menjawab.
Namun jika jawaban dan pertanyaan masih juga berlarut-larut, maka kemungkinan besar keputusan untuk menerima atau menolak Darmin sebagai Gubernur BI bisa saja tidak dilakukan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, setelah rehat selama 15 menit ini, Darmin akan diberi kesempatan untuk menjawab seluruh pertanyaan tadi, jika mampu. Namun, tidak menutup kemungkinan juga anggota dewan bisa kembali mengajukan pertanyaan tambahan jika diinginkan.
"Kalau setelah (rehat) ini anggota dewan masih ada pertanyaan, bisa dilanjut lagi," ujar politisi dari Partai Golkar ini.
Pertanyaan yang diajukan kepada mantan Dirjen Pajak itu sangat beragam dan tidak hanya fokus di perbankan dan moneter. Berbagai pertanyaan mulai dari kasus pajak, pembentukan OJK dan stabilitas makro ekonomi sudah dilayangkan.
Bahkan, ada anggota dewan yang menuduh Darmin sebagai pebisnis yang memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) sebanyak 41 yang tersebar di sekitar Jabodetabek.
(ang/qom)











































