"Ini supaya debitur dan masyarakat umum tahu kalau komitmen bank itu sesuai atau tidak dengan realisasinya," kata Deputi Gubernur Senior Darmin Nasution dalam fit and proper Gubernur BI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/7/2010).
Ia mengatakan, hal ini dilakukan karena tingkat suku bunga kredit di perbankan Indonesia masih tinggi sehingga menjadi sorotan berbagai pihak. Menurut Darmin, rencana itu sekarang tengah digodok dan sifatnya belum final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak benar kan bisa langsung ketahuan," ujarnya.
Darmin mengatakan, ini merupakan salah satu cara bank sentral itu memaksa perbankan menurunkan bunga kreditnya. Memang, jika suku bunga kreditnya jauh melebihi BI rate, nasabah pun akan enggan memakai jasa bank tersebut.
Lagipula, menurut Darmin prime lending rate ini lazim dilakukan di berbagai negara dan terbukti efektif menekan tingkat suku bunga mendekati suku bunga acuan.
(ang/dnl)











































