PT Bank Eksekutif Internasional Tbk (BEKS) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 193,78 miliar pada semester I-2010. Kerugian ini meningkat hingga 538,48% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp 30,35 miliar.
"Semua informasi dalam laporan keuangan bank telah dimuat secara benar dan lengkap," kata Direktur Utama BEKS Gandhi Ganda Putra, seperti dikutip dari keterbukaan informasi perseroan di situs resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/7/2010).
Dalam laporan keuangan bank swasta itu dijelaskan selain rugi bersih perseroan juga mengalami kerugian non operasional sebesar Rp 716 juta dan beban non operasional lainnya sebanyak Rp 722 juta pada semester I-2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain rugi yang makin tinggi, perseroan juga mencatat penurunan aset menjadi Rp 903,01 miliar, turun Rp 516,67 miliar jika dibandingkan total aset tahun 2009 pada periode yang sama sebesar Rp 1,42 triliun.
Menurutnya, pada 6 bulan pertama tahun 2010 ini jumlah kredit perseroan juga menurun sebesar Rp 340,641 miliar dibandingkan tahun 2009. "Karena manajemen sementara ini sangat prudent terhadap penyaluran kredit baru dan di satu sisi jenis kredit sebagian besar bersifat angsuran," ujarnya.
Ia menambahkan, telah terjadi Penurunan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan sebesar Rp 261,802 milair dibandingkan tahun 2009. Hal ini terjadi karena adanya pembentukan cadangan penyisihan penghapusan aktiva produktif secara optimal terhadap debitur-debitur bermasalah (ang/dnl)











































