Likuiditas Perumahan Tekan Suku Bunga KPR Single Digit

Likuiditas Perumahan Tekan Suku Bunga KPR Single Digit

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2010 13:07 WIB
Jakarta - Pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan oleh pemerintah diharapkan mampu menekan suku bunga KPR hingga single digit atau dibawah 10% dan tetap sepanjang masa tenor.

Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro menyatakan, pencairan likuiditas pembiayaan ini jika diberikan hingga 50-70 persen dapat menekan suku bunga lebih kecil lagi.

"Sekarang bunga kita 10,5-11 persen,Β  itu akan jadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Likuiditas Kredit," ujarnya usai Launching BLU Pusat Pembiayaan Perumahan sebagai Pelaksana Kebijakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan,di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, satu hal yang perlu dicatat, pemberian fasilitas ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp 2,5 juta per bulannya jika ingin mengambil landed house, sedangkan untuk kepemilikan rusunami harus memiliki penghasilan Rp 4,5 juta per bulannya.

"Penghasilan harus dibatasi, Rp 2,5 juta untuk landed house, Rp 4,5 juta untuk rusunami dan harus rumah pertama," ujarnya.

Pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya suku bunga perbankan dan dinamika pembangnan di mana terdapat backlog yang sangat tinggi yakni sekitar 7,4 juta unit di tahun 2009.

Hal senada juga disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menurutnya, dengan adanya fasilitas tersebut dapat menekan suku bunga KPR hingga di bawah 10%.

"Kami dari pemerintah adalah melalui perumahan rakyat, Menpera dalam bentuk likuiditas. Tapi likuiditasnya ditempatkan ke bank penyelenggara. Nanti bank penyelenggara dapatkan likuiditas ini digabungkan dengan dana masyarakat terus disalurkan kepada pengguna KPR dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Kalau sebelumya tingkat bunganya datas dua digit atau diatas 10% ini jadi tingkat bunganya dibawah 10%," tandas Agus.

(nia/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads