Demikian disampaikan Direktur Utama BSB, Riyanto di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, Kamis (29/7/2010).
"Penambahan modal dari pemegang saham yang ada. Jamsostek salah satunya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Riyanto belum mau menyebut siapa pemegang saham yang paling potensial untuk menambah porsi kepemilikan di Bank Syariah Bukopin.
"Belum bisa menyebut, sebentar lagi," ungkapnya.
Jika benar Jamsostek yang menyuntikkan modal di BSB, maka BUMN ini akan memiliki porsi kepemilikan maksimal 24,42%, dari porsi mereka saat ini 9,42%. Padahal sebelumnya, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga menjanjikan untuk akuisisi 51% saham BSB.
"Jamsostek mau ambil Bank Syariah Bukopin karena Jamsostek telah memiliki saham di Bukopin Syariah sebesar 9,42%. Daripada bank lain kita prefer ke Bank Syariah Bukopin, rencananya akan diakuisisi 51%. Fokusnya untuk bank pekerja," imbuh Hotbonar.
(wep/dnl)











































