Menurut Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro, sebelum adanya program pembiayaan dari pemerintah ini, BTN menargetkan pembiayaan 130.000 unit rumah bersubsidi.
"Target kita itu kurang lebih 130.000 unit rumah bersubsidi. Dengan adanya fasilitas ini, ini bisa double, tapi ini kan masih ada masa transisi, dan pola yang lama masih berjalan sampai BLU ini siap," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr. Wahidin, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaratnya, pemberian pencairan likuiditas pembiayaan ini jika diberikan hingga 70-80 persen dapat menekan suku bunga lebih kecil lagi.
"Sekarang bunga kita 10,5-11 persen,Β itu akan jadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Likuiditas Kredit," jelasnya.
Namun, satu hal yang perlu dicatat dalam pemberian fasilitas ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp 2,5 juta per bulannya jika ingin mengambil landed house, sedangkan untuk kepemilikan rusunami harus memiliki penghasilan Rp 4,5 juta per bulannya.
Jika melihat dari NPL kredit KPR BTN, dirinya menyatakan bahwa tingkat NPL masih lebih kecil dari empat persen, terutama untuk kredit KPR bersubsidi."Kita (NPL) lebih kecil dari 4 persen, dan NPL yang bersubsidi juga lebih kecil dari 4 persen," tukasnya.
(rdf/ang)











































