BTN Bidik Salurkan 260.000 KPR Pasca Likuiditas Perumahan

BTN Bidik Salurkan 260.000 KPR Pasca Likuiditas Perumahan

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2010 13:49 WIB
BTN Bidik Salurkan 260.000 KPR Pasca Likuiditas Perumahan
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (Bank BTN) menargetkan dapat melipatgandakan pembiayaan rumah bersubsidi terutama dengan adanya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang baru saja dilaunching Pemerintah. Sampai dengan semester I tahun ini, BTN telah membiayai pembiayaan terhadap 57 ribu unit rumah bersubsidi.

Menurut Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro, sebelum adanya program pembiayaan dari pemerintah ini, BTN menargetkan pembiayaan 130.000 unit rumah bersubsidi.

"Target kita itu kurang lebih 130.000 unit rumah bersubsidi. Dengan adanya fasilitas ini, ini bisa double, tapi ini kan masih ada masa transisi, dan pola yang lama masih berjalan sampai BLU ini siap," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr. Wahidin, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dengan adanya pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini selain meningkatkan target juga diharapkan mampu menekan suku bunga KPR hingga single digit atau dibawah 10 persen dan tetap sepanjang masa tenor.

Syaratnya, pemberian pencairan likuiditas pembiayaan ini jika diberikan hingga 70-80 persen dapat menekan suku bunga lebih kecil lagi.

"Sekarang bunga kita 10,5-11 persen,Β  itu akan jadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Likuiditas Kredit," jelasnya.

Namun, satu hal yang perlu dicatat dalam pemberian fasilitas ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp 2,5 juta per bulannya jika ingin mengambil landed house, sedangkan untuk kepemilikan rusunami harus memiliki penghasilan Rp 4,5 juta per bulannya.

Jika melihat dari NPL kredit KPR BTN, dirinya menyatakan bahwa tingkat NPL masih lebih kecil dari empat persen, terutama untuk kredit KPR bersubsidi."Kita (NPL) lebih kecil dari 4 persen, dan NPL yang bersubsidi juga lebih kecil dari 4 persen," tukasnya.

(rdf/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads