Hanura jadi satu-satunya fraksi yang tidak menyetujui Darmin menjadi Gubernur BI, meski Darmin telah mendapat persetujuan dari Komisi XI. Sementara PDIP meminta agar dilakukan voting tertutup.
Namun, Rapat yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/7/2010) tersebut akhirnya memutuskan untuk dilakukan voting terbuka, ini diputuskan oleh Pimpinan rapat Priyo Budi Santoso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Voting terbuka menyalahi tata tertib karena terkait pemilihan seorang nama harus dilakukan dengan voting tertutup. Karena yang disepakati voting terbuka, maka kami dari PDIP memutuskan untuk tidak memilih atau walk out," ujar Tjahjo dalam rapat tersebut.
Wakil dari Hanura Syarifudin Sudding juga menyatakan fraksinya walk out dari rapat tersebut.
Karena kedua fraksi yang mengganjal melakukan walk out, maka rapat paripurna memutuskan Darmin menjadi Gubernur BI yang baru, setelah lembaga otoritas moneter tersebut tidak mempunyai Gubernur selama 14 bulan karena ditinggal Boediono menjadi Wakil Presiden.
Melihat hal ini, Darmin yang hadir dalam rapat tersebut menebarkan senyum dan lambaian tangan ke para anggota dewan. Darmin pun mendapat ucapan selamat dari para anggota DPR yang hadir.
(dnl/qom)











































