Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir dalam jumpa pers di Gedung BRI, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (30/07/2010).
"BRI menjadi bank teratas dalam hal total penyaluran kredit. Pada posisi akhir Juni 2010 portofolio kredit tercatat sebesar Rp 226,24 triliun meningkat Rp 41,64 triliun dari Rp 184,60 triliun di Juni 2010," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia optimistis kredit akan terus tumbuh di semester II-2010 ke depan. "Bahkan bisa mencapai 25% diharapkan kreditnya," jelasnya.
Dari sisi pendanaan, BRI berhasil meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi sebesar Rp 256,05 triliun pada posisi akhir Juni 2010 atau meningkat 18,35% dari periode yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp 216,35 triliun.
"Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan pembukaan unti kerja baru, pemasaran, hingga pengembangan fitur porduk," paparnya.
Pada akhir semester I-2010 komposisi DPK BRI masing-masing adalah Giro Rp 45,23 triliun (17,66%), tabungan Rp 102,23 triliun (39,93%) dan deposito Rp 108,60 triliun (42,41%).
"Dengan pertumbuhan kredit dan pertumbuhan DPK tersebut, Loan Deposit Ratio (LDR) BRI pada akhir Juni 2010 mencapai 88,36% atau meningkat dari posisi akhir Juni 2009 yang sebesar 85,33%," kata Sofyan.
Namun, Sofyan menambahkan, dengan pertumbuhan kredit yang cukup rasio kredit bermasalah (NPL) BRI mengalami kenaikan. NPL (gross) BRI pada semester I-2010 tercatat sebesar 4,27% atau naik dari periode yang sama di 2009 yang sebesar 3,7%. Untuk NPL nett tercatat 1,18% di Juni 2010 naik tipis dibandingkan Juni 2009 yang sebesar 1,16%.
"NPL naik lebih banyak diakibatkan di kredit yang pertumbuhannya di rem, jadi ATMR-nya meningkat. Itulah yang menyebabkan NPL naik, namun sejauh ini masih terjaga," ungkapnya.
(dru/dnl)











































