Aturan yang akan segera dirilis mengenai LDR yang dikaitkan dengan Giro Wajib Minimum (GWM) hanya memperhitungkan rasio penyaluran kredit.
Gubernur BI terpilih Darmin Nasution mengatakan aturan LDR-GWM akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat akan diumumkan. Dan jangan lupa LDR itu rasio antara kredit dengan dana pihak ketiga (DPK). Banyak yang meminta jangan kredit saja yang dihitung dalam LDR tapi juga pembelian surat berharga. Itu Tidak bisa," ujar Darmin di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Sabtu (31/07/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
" Itu namanya jadi tidak jelas urusannya. Lebih baik rasionya yang kita itu yang jangan terlalu ekstrem daripada membuat definisi yang kemudian jadi kacau semuanya," ungkap Darmin.
Darmin menjelaskan instrumen surat berharga yang dibeli oleh bank bukan merupakan pinjaman yang akan menggerakan sekto riil. Tetapi menurutnya, hanya merupakan pinjaman ke pasar saham.
"Banyak yang minta untuk hitung saja surat berharga yang kami beli, kan ujungnya pinjaman orang. Padahal itu adalah pinjaman melalui
pasar modal. Jadi tidak akan bisa," jelasnya.
Lebih lanjut Darmin mengatakan hingga saat ini bank sentral masih mengkaji mengenai batasan LDR yang harus dipenuhi oleh bank. Ia menjamin rasio LDR yang akan ditetapkan tidak akan membuat bank kesulitan.
"Jadi yang kami pertimbangkan, kalau faktanya belum bisa tinggi ya kami tak usah kasih tinggi-tinggi (aturan LDR-nya), tapi tetap harus membaik," tegasnya.
Aturan LDR-GWM Menghindari Berebut DPK
Aturan LDR-GWM menurut Darmin diberlakukan tidak hanya untuk mendongkrak penyaluran kredit, namun juga agar bank tidak berebut DPK.
"Dan jangan lupa menaikkan LDR itu bukan Cuma menaikkan kredit. Bisa juga rem sedikit lah berebut DPK-nya. Jangan terlalu sibuk ngasih hadiah ke sana kemari," katanya.
Secara mikro, lanjut Darmin barangkali ada gunanya memang memberikan hadiah untuk menghimpun DPK.
"Tapi secara makro tak ada gunanya. Mereka hanya cuma merebut dari tetangganya saja DPK itu. Jadi LDR bisa naik bukan hanya dengan menaikkan kredit saja, tapi juga bisa dengan mengurangi DPK," tambahnya.
(dru/hen)











































