BI Rate Dinilai Masih Terlalu Tinggi

BI Rate Dinilai Masih Terlalu Tinggi

- detikFinance
Senin, 02 Agu 2010 15:29 WIB
BI Rate Dinilai Masih Terlalu Tinggi
Jakarta - Bank Indonesia (BI) seharusnya bisa menurunkan suku bunga acuan (BI rate) dibawah 6,5% agar laju pertumbuhan ekomomi bisa lebih cepat melaju. Dengan acuan suku bunga The Fed 0,25%, BI Rate seharusnya bisa dikisaran 3-4%.

"Dengan bunga 6,5% sangat disayangkan. Harusnya bisa 3-4% karena acuan The Fed 0,25%," ujar Head of Research PT Recapital Securities Pardomuan Sihombing dalam perbincangan dengan rekan media di restoran Merah Delima, Jakarta, Senin (2/8/2010).

Menurutnya, jika suku bunga diturunkan hingga 3-4% pun, ekonomi Indonesia masih dianggap aman. Investor asing masih tetap melirik Indonesia sebagai tempat ideal berinvestasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau turun, larinya (ekonomi) bisa lebih kencang. Kalau tetap 6,5% sektor riil nggak akan jalan," jelas Pardomuan.

Namun dengan diumumkannya data inflasi bulan Juli yang sebesar 1,57%, maka secara akumulasi, inflasi tahunan akan mendekati level 6,5%. "Akan sulit lagi untuk menurunkan bunga, saat inflasi di 6,2%," tambahnya.

Hingga akhir tahun 2010, dirinya memprediksi IHSG bisa menyentuh level moderat 3.200. Naiknya indeks didorong oleh sentimen positif laporan keuangan  semester-I emiten lokal, dan diprediksi akan berlanjut hingga Desember 2010.

"Kinerja emiten, khususnya sektor komoditi akan mulai membaik di semester-I. Utamanya kinerja tambang nikel, timah, batubara sudah naik," ucap Pardomuan.

"Dengan risiko inflasi akan datangnya lebaran, maka jika weak case indeks di level 3.000 dan di level strong 3.400," imbuhnya.

 

 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads