Bankir Nilai Redenominasi Bakal Sulit Diterapkan

Bankir Nilai Redenominasi Bakal Sulit Diterapkan

- detikFinance
Rabu, 04 Agu 2010 14:19 WIB
Jakarta - Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini menilai rencana redenominasi (penyederhanaan rupiah tanpa mengurangi nilai) rupiah akan sulit diterapkan di tanah air. Hal ini melihat pengalaman di negara-negara lain, di mana penerapan kebijakan tersebut membutuhkan waktu yang lama.

"Kita mau lihat bagaimana implementasi negara lain karena ini tidak mudah diterapkan. Bayangkan uang yang tadinya nol-nya banyak sekarang jadi sedikit," ujarnya usai menandatangani kerjasama layanan Perbankan dengan ConocoPhillips di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (3/8/2010).

Untuk itu, menurutnya, Bank Indonesia dan pemerintah harus melakukan pengkajian secara mendalam serta melakukan sosialisasi secara terus menerus ke masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengar implementasi di negara lain kan cukup panjang juga. Sosialisasinya, kajiannya dan implementasinya," jelasnya.

Zulkifli sendiri belum mau banyak berkomentar soal rencana tersebut. Ia memilih menunggu  kepastian penerapan kebijakan ini. "Ini masih informasi satu-dua hari. Jadi detilnya seperti apa jadi kita akan kaji dulu. Untuk itu saya belum bisa berkomentar," ungkapnya.

Seperti diketahui, saat ini Bank Indonesia tengah menggodok redenominasi rupiah. Misalnya uang yang tadinya Rp 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000, namun nilainya tidak berkurang.

Redenominasi ini berbeda dengan sanering yang merupakan perubahan nominal namun ada perubahan nilainya.

BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan yang dilakukan bank sentral yaitu melakukan sosialisasi mulai tahun 2011 dan tuntas pada tahun 2022.

(epi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads