Demikian disampaikan Bank Indonesia (BI) dalam laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikutip detikFinance, Kamis (5/8/2010).
"Peningkatan arus modal masuk di pasar SUN selama Juli 2010 semakin mendorong perbaikan kinerja SBN, khususnya di jangka pendek dan panjang," demikian laporan tersebut.
Sementara itu, yield SUN jangka menengah dengan tenor 8-9 tahun cenderung stabil. BI mencatat secara umum perilaku asing tersebut didorong oleh persepsi positif terhadap relatif tingginya imbal hasil yang ditawarkan dibandingkan dengan negara kawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi makroekonomi, faktor di balik penguatan kinerja SUN tersebut adalah nilai tukar yang relatif stabil, inflasi yang cukup rendah, perbaikan rating, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang positif.
Di samping itu, kinerja SUN juga ditopang oleh relatif terbatasnya risiko fiskal serta kesinambungan fiskal yang masih terjaga. Dari sisi kebijakan, hal ini dilatarbelakangi oleh kebijakan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,5% serta penerapan one month hoding period SBI.
"Dengan perkembangan tersebut, yield jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing terus menurun sebesar 19 bps, 23,2 bps dan 50,1 bps sehingga secara umum yield turun 28,3 bps dan ditutup pada level 8,0%," jelas laporan itu.
(dnl/qom)











































