"Outstanding kredit per akhir Juni 2010 sebesar Rp 70,9 triliun, tumbuh sekitar 15%," ujar Direktur Keuangan BDMN, Vera Eve Lim di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (5/8/2010).
Pada akhir semester I-2009, outstanding kredit BDMN tercatat sebesar Rp 61,4 triliun. Itu berarti pertumbuhan kredit BDMN mencapai 15,47% atau memperoleh kredit baru sebesar Rp 9,5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, khusus pada triwulan II-2010 saja, BDMN berhasil mencatat kredit baru sebesar Rp 6,6 triliun. Menurut Vera, biasanya pertumbuhan kredit akan semakin cepat tumbuh pada triwulan III.
"Pertumbuhan kredit pada triwulan I-2010 memang agak melambat, tapi pada triwulan II-2010 pertumbuhannya cepat seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik," ujarnya.
Hingga akhir 2010, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit 20% menjadi sekitar Rp 75,72 triliun. Itu berarti, selama semester II-2010, perseroan hanya cukup mengejar kredit baru sebesar Rp 4,82 triliun.
"Kami belum akan merevisi target kredit," ujarnya.
(dro/ang)











































